Berusia 5 – 15 Tahun, Inilah 5 Hacker Muda Berprestasi dan Cukup Berbahaya | Informasi Gadget Terbaru 2017

Berusia 5 – 15 Tahun, Inilah 5 Hacker Muda Berprestasi dan Cukup Berbahaya

Istilah hacker atau peretas pasti sudah umum untuk Gadgeteers dengar. Butuh skill khusus untuk seseorang agar dapat melakukan kegiatan hacking atau meretas sebuah sistem, namun tahukah Gadgeteers jika salah satu peretas paling muda masih berumur lima tahun?

Dikutip dari Wikipedia, peretas sendiri dimaknai sebagai seseorang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi atau menerobos masuk ke dalam komputer atau sistem baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan. Terminologi tersebut awalnya memiliki arti positif pada awal tahun 1960-an, namun pada tahun 1983 mulai berkonotasi negatif dikarenakan adanya sekelompok kriminal yang telah meretas 60 komputer milik laboratorium nasional.

Seorang peretas memang pada umumnya berusia dewasa. Namun ada juga beberapa peretas muda, bahkan berumur lima tahun, yang bisa dikatakan cukup hebat dalam menemukan cara melewati sebuah sistem. Berikut adalah lima peretas muda yang cukup terkenal atas apa yang berhasil mereka lakukan.

Kristoffer Von Hassel

Di bulan April 2014 lalu, seorang bocah berusia lima tahun bernama Kristoffer Von Hassel secara mendadak ramai masuk portal berita seperti CNN, The Verge bahkan televisi lokal di Amerika Serikat. Pasalnya, Kristoffer berhasil menemukan sebuah celah untuk melewati proses login akun Xbox Live milik ayahnya, untuk mengakses game yang seharusnya tidak bisa diakses.

hacker_muda_1

Layaknya anak berusia lima tahun pada umumnya, Kristoffer ingin memainkan game pada perangkat Xbox One milik ayahnya. Karena terkunci password, ia mencoba untuk mengisi password secara asal. Percobaan pertamanya gagal, namun di percobaan kedua, Kristoffer mengisi password dengan beberapa spasi tanpa huruf dan karakter, yang ternyata mampu membuatnya mengakses akun ayahnya. Berkat penemuannya, Microsoft menjadikan Kristoffer sebagai salah satu security researcher termuda mereka, dan memberikannya beberapa bonus seperti empat judul game gratis dan gratis satu tahun keanggotaan Xbox Live Gold.

Betsy Davies

Wi-Fi gratisan di tempat umum memang cukup sering disebut kurang aman untuk digunakan, terutama saat akses file maupun data penting. Untuk membuktikan bagaimana mudahnya melakukan peretasan lewat Wi-Fi hotspot umum, sebuah provider VPN, hidemyass, memberikan tugas kepada Betsy Davies, seorang pelajar yang masih berusia tujuh tahun.

hacker_muda_2

Berbekal hasil pencarian dari Google, Betsy mampu meretas komputer yang terhubung dalam jaringan Wi-Fi umum yang sama hanya dalam waktu 10 menit 54 detik saja. Atas pembuktian tersebut, hidemyass menghimbau agar pengguna Wi-Fi gratisan lebih memperhatikan keamanan data mereka, dan menggunakan layanan VPN seperti yang hidemyass tawarkan.

Ruben Paul

Saat berusia 9 tahun, Ruben Paul mendemonstrasikan kehandalannya dalam metode penyerangan cyber di sebuah konferensi di Texas, Amerika Serikat. Dengan menginjeksi beberapa kode lewat aplikasi yang dibuatnya secara langsung saat berada di panggung, ia berhasil mengambil data dari sebuah ponsel Android seperti kontak, catatan panggilan, lokasi bahkan mampu membuat ponsel tersebut melakukan video streaming.

hacker_muda_3

Via AFP

Namun sama seperti Kristoffer dan Betsy, Ruben bukanlah seorang kriminal. Di usia 8 tahun, Ruben sudah menjadi CEO di perusahaan yang ia buat sendiri, Prudent Games, yang bertujuan untuk membantu orang-orang mengerti tentang cyber security melalui game-game yang menarik yang dapat diunduh di perangkat iOS seperti iPad dan iPhone. “Dengan semua pelanggaran data, cyberbullying dan jenis serangan lainnya yang terjadi di internet, penting bagi kita untuk mengajar anak-anak dan mendidik mereka mengenai bahaya ini sehingga mereka dapat melindungi diri mereka sendiri”.

Pelajar Anonim Asal Kanada

Seorang pelajar kelas 6 SD yang tak disebutkan namanya, berhasil meretas situs milik pemerintah di tahun 2012, tergabung dalam sebuah grup bernama Anonymous yang bertujuan untuk berpartisipasi dalam Quebec student protests. Saat itu, pelajar anonim asal Montreal, Kanada tersebut berkontribusi dengan mengambil data user dan administrasi lewat server, serta mengganti tampilan utama halaman web kepemerintahan.

hacker_muda_4

Menyesali apa yang dilakukan, pelajar tersebut berkata, “(halaman web pemerintah) memang sangat mudah untuk diretas tetapi jangan lakukan itu, mereka akan melacak Anda”. Atas apa yang ia lakukan, ia mendapatkan hukuman masa percobaan selama 18 bulan, termasuk pencegahan akses menggunakan perangkat dengan konektivitas internet dan harus melakukan kegiatan pelayanan masyarakat selama waktu yang ditentukan.

ACK!3STX

ACK13STX adalah username yang digunakan oleh seorang pelajar asal Austria berusia 15 tahun, untuk meretas berbagai website perusahaan di tahun 2012. Hanya dalam kurun waktu tiga bulan, ia berhasil meretas 259 website perusahaan, dan memposting keberhasilannya lewat akun Twitter pribadinya.

hacker_muda_5

Sayangnya, pelajar tersebut kurang menjaga keanoniman identitasnya. Satuan unit C4 (Cyber Crime Competence Centre) berhasil memonitor pelajar tersebut lewat beberapa alamat IP yang dicurigai sebagai miliknya. Pada akhir Juli 2012, C4 berhasil menangkapnya di sebuah residensial di Austria.

Via jalantikus.com

Featured image via Hidemyass.com

WNArtikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.

Tech & gadget enthusiast. Part of @nokianesia. @prasetyoh on Twitter.

Dipersembahkan oleh : InfoGadgetTerbaru.com

Bagikan ke teman-temanmu yuk…

Leave a Reply

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==