Xiaomi dikabarkan sedang dalam proses meluncurkan punggawa barunya, Redmi 3s ke Indonesia. Smartphone dengan dukungan 4G LTE tersebut diketahui sedang sedang diuji di balai sertifikasi Ditjen SDPPI Kemenkominfo yang merupakan proses wajib sebelum dapat dipasarkan di pasar komersil tanah air.

Dari apa yang dilansir oleh KompasTekno, Senin (7/11/2016) smartphone Xiaomi Redmi 3s saat ini masih berstatus “proses dibuat SP3” yang berarti perangkat baru melewati dua proses pengujian dan masih harus melewati dua pengujian lainnya, yaitu evaluasi hasil uji dan surat perintah pembayaran sertifikasi (SP2).

Xiaomi Redmi 3S_2

Xiaomi bukan merek baru di Indonesia, namun sesuai dengan ketentuan yang diwajibkan oleh pemerintah terutama mengenai TKDN, setiap kali meluncurkan ponsel dengan dukungan 4G LTE baru, mereka tetap harus melewati prosedur yang sama. Tapi kali ini ada yang berbeda. Menurut kabar, Xiaomi dibantu oleh Erajaya.

Sebaga informasi, Erajaya menjalin kerjasama dengan PT Satnusa di Batam dalam bentuk investasi. PT Satnusa di Batam  adalah perusahaan perakitan ponsel yang bakal menjadi tiket masuk bagi vendor global yang keberatan jika harus mendirikan pabrik di Indonesia.

Sementara itu Vice President Xiaomi, Hugo Barra dalam sebuah kesempatan menjanjikan bakal terus mendorong upaya pemenuhan syarat TKDN dan dalam waktu dekat membawa seri-seri Xiaomi dengan dukungan 4G yang tertahan.

Berkaca situasi yang berkembang, sangat mungkin Xiaomi bakal memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Erajaya untuk menjadi gerbang baginya menggarap pasar Indonesia dengan lebih intens. Keduanya juga sudah menjalin kerjasama pendistribusian perangkat di tanah air, namun memang soal yang satu ini, keduanya masih bungkam.

via Tekno.kompas.com
WN

Artikel Menarik Lainnya:

The following two tabs change content below.

Menghabiskan banyak waktu di sekolah dan rumah, penuh dedikasi di dunia pendidikan tapi mulai belajar jadi pengusaha dan penulis.